Diarsipkan di bawah: Uncategorized
maaf, jurnalku
telah lamaku sisihkan dirimu. pastilah lembaranmu mulai lelah menanti belai penaku. ya, aku tahu kau pasti kecewa, apalagi setelah tahu bahwa aku hanya sempat mengguratkan rangkaian kalimat bodoh ini ke lembar-lembarmu yang menanti kisah menakjubkan, yang terkenang sepanjang masa. untuk itu maafku tentu tak akan cukup menebus segala penantianmu itu.
jurnalku,
tahukah kau, bahwa aku hari ini sedang merasa usang. ya, usang. sama usangnya dengan kain bekas pembersih di dapur. tapi aku yakin kau sudah bosan mendengar keluhku ini. ada segudang kesah yang tak henti kumuntahkan di atas lembarmu, jurnalku. ada basahnya airmata di sana.
dan aku,
terlalu bodoh untuk mencari penyelesaian bagi semua masalahku. kubiarkan semuanya merembang di batas hatiku. mengambang serupa kabut di mendungnya fajar. merenggut sisa geliat semangatku, yang semula begitu gelora. hendak kemana hati ini kelana? padahal tanjung telah terlihat di cakrawala. kenapa harus mencari bila mutiara telah bersandar di ujung mata? dan aku hanya mampu mengumbar kata tanpa makna seperti ini. bah!!
sudahlah, jurnalku
biarkan bara cemburu merayapi lembar hingga menguap airmata itu. aku hanya tahu memuaskan egoku, dan bukan untuk mengalah. bagiku : mengalah artinya kalah. aku bosan kalah. terlalu sering aku kalah, dan kalah tidak pernah terasa menyenangkan. aku tahu!!
baiklah, jurnalku
lelah rupanya telah merambat ke dinding sadarku. mungkin mimpi berkenan memberkahiku dengan sesuatu indah, agar esok tiada gundah. aku lemah, jurnalku. lemah terhadap marahnya. lemah terhadap kecewanya. lemah terhadap kehilangan dirinya. aku lemah. ataukah terlalu sayang.
entahlah, jurnalku, entah
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Sedihnya…
Komentar oleh ninis Mei 3, 2009 @ 8:11 pm